SERGAI I METROSERGAI.com – Merespons cepat keluhan masyarakat dan para pengguna jalan terkait bau tak sedap dari tumpukan sampah liar.
Pemerintah Desa Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, langsung bergerak melakukan aksi gotong royong pembersihan.
Kegiatan bersih-bersih tersebut dilaksanakan pada Jumat pagi (2/1/2026) di Dusun IV Desa Matapao, melibatkan aparat desa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat.
Sampah diketahui dibuang oleh orang tidak dikenal (OTK) di pinggir jalan umum hingga menimbulkan aroma busuk dan mengganggu kenyamanan warga.
Kepala Desa Matapao, Saman, didampingi Sekretaris Desa Sayuti, mengatakan bahwa kegiatan kebersihan rutin terus dilakukan.
Namun, masih saja ditemukan oknum yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.
“Kami sudah beberapa kali membuat papan larangan membuang sampah, namun ironisnya papan tersebut justru dibakar oleh orang yang tidak diketahui identitasnya,” ujar Saman saat meninjau lokasi.
Saman mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Kecamatan Teluk Mengkudu, untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah di pinggir jalan mencerminkan perilaku yang tidak baik dan merugikan masyarakat luas.
Sebagai langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang, Pemerintah Desa Matapao kini menyiapkan hadiah uang tunai bagi warga yang berhasil mengidentifikasi pelaku pembuang sampah sembarangan.
“Saya meminta bantuan seluruh masyarakat untuk memfoto pelaku pembuang sampah, baik di lokasi ini maupun di pinggir jalan lainnya.
Bukti foto yang jelas dan tidak kabur dapat dibawa langsung ke Kantor Desa Matapao dan diserahkan kepada saya atau Sekretaris Desa.
Pelapor akan kami berikan hadiah,” tegasnya.
Ia menambahkan, foto pelaku yang jelas akan memudahkan identifikasi dan dapat dipublikasikan melalui media online maupun media sosial sebagai bentuk efek jera.
Ironisnya, kata Saman, tumpukan sampah yang baru dibersihkan pada pagi hari kembali muncul pada sore harinya. Kali ini ditemukan sampah berupa kulit buah nangka yang dibungkus plastik hitam.












