Daerah

Akhir Penantian Warga Belidaan: Jalan Provinsi Kini Mulus, Ekonomi dan Aktivitas Kembali Bergerak

×

Akhir Penantian Warga Belidaan: Jalan Provinsi Kini Mulus, Ekonomi dan Aktivitas Kembali Bergerak

Sebarkan artikel ini

METROSERGAI.com – Penantian panjang warga Dusun I Belidaan, Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), akhirnya berbuah manis.

Jalan provinsi ruas Simpang Belidaan–Dolok Masihul yang selama bertahun-tahun rusak parah, kini telah rampung dibangun dan mulai digunakan sejak awal Januari 2026.

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer tersebut kini tampil dengan wajah baru: mulus, rapi, dan nyaman dilalui.

Kondisi ini sangat kontras dengan keadaan sebelumnya, di mana jalan kerap dipenuhi lubang, berlumpur saat hujan, berdebu saat kemarau, bahkan sering tergenang air hingga memicu banjir kecil.

Tokoh masyarakat Sergai, Arfandi Setiawan, S.Pd.I, mengaku bersyukur atas terealisasinya pembangunan jalan provinsi tersebut.

Menurutnya, perbaikan jalan membawa dampak besar bagi kenyamanan dan kelancaran aktivitas warga.

“Alhamdulillah, awal tahun 2026 ini kami merasakan langsung perubahan besar.

Jalan yang dulu rusak kini sudah cantik dan nyaman. Ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Belidaan,” ujar Arfandi saat ditemui di Sei Rampah, Rabu (14/1/2026).

Arfandi yang juga menjabat sebagai Ketua LPTQ Kabupaten Sergai serta Ketua Majelis Tabligh PCM Muhammadiyah Sei Rampah.

Menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution atas perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur jalan provinsi di wilayah Sergai.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Sergai H. Darma Wijaya yang bersama DPRD Sumut terus mengawal hingga pembangunan tersebut terealisasi.

Sebelum diperbaiki, kondisi jalan sangat menyulitkan warga. Kendaraan sering kotor, waktu tempuh menjadi lebih lama, dan aktivitas sehari-hari pun terganggu.

“Kalau hujan, jalan becek dan tergenang. Sekarang semuanya berubah, jauh lebih layak dan nyaman,” tambahnya.

Dampak pembangunan jalan ini pun langsung dirasakan masyarakat.

Jika sebelumnya warga membutuhkan waktu sekitar 12 menit untuk keluar dari kawasan Belidaan, kini hanya memerlukan sekitar dua menit dengan kecepatan berkendara yang lebih aman dan stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *