Daerah

Wali Kota Medan Rico Waas: Imlek Bagian dari Kehidupan Multikultural Medan

×

Wali Kota Medan Rico Waas: Imlek Bagian dari Kehidupan Multikultural Medan

Sebarkan artikel ini
Rico Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point, Sabtu (24/1/2026).(diskominfo medan)

METROSERGAI.COM, Medan- Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keterbukaan budaya dan toleransi telah menjadi fondasi kehidupan masyarakat Kota Medan.

Keberagaman suku, etnis, dan budaya tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga terjalin dalam berbagai aktivitas sosial dan perayaan adat yang diikuti lintas komunitas.

Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point, Sabtu (24/1/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Biksu Virya Dharma Mahastrawira, Anggota DPRD Sumatera Utara Hasyim, Anggota DPRD Kota Medan Lily, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, serta Ketua TP PKK Medan Airin Rico Waas.

Dalam rangkaian kegiatan itu, Rico Waas juga membuka dan menyaksikan Fa Hua Exhibition 2026.

Pameran ini menghadirkan beragam karya dan ornamen budaya, antara lain Chinese Painting & Calligraphy, pameran kerajinan keramik oriental, galeri Chinese Art & Heritage Display, Lampion & Mei Hu Garden, Kolam Teratai Kwan Im, pameran oil painting, Borobudur Heritage, Feng Shui art, serta berbagai aksesori oriental.

Rico Waas mengatakan perayaan Tahun Baru Imlek telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Medan.

“Imlek bukan sekadar perayaan etnis tertentu, melainkan telah tumbuh sebagai kebudayaan yang melekat dan dirasakan lintas generasi,” katanya.

Menurutnya, Medan merupakan kota multikultural yang dapat disebut sebagai miniatur Indonesia karena dihuni beragam suku dan etnis yang hidup harmonis tanpa sekat.

Rico Waas menjelaskan bahwa Kota Medan menjadi rumah bagi berbagai suku dan etnis, mulai dari Batak, Jawa, Karo, Pakpak, Nias, Minangkabau, Aceh, hingga masyarakat Tionghoa dan India.

Keberagaman tersebut membentuk karakter masyarakat Medan yang terbuka dan saling menghargai.
Interaksi lintas budaya telah menjadi keseharian warga, baik dalam kegiatan sosial, perayaan adat, maupun acara keluarga.

“Kondisi ini memperkuat rasa persaudaraan dan memperkokoh persatuan di tengah perbedaan,” nilainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *