TAPSEL I METROSERGAI.com – Kepedulian Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi nyata di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Personel Batalyon C Brimob Polda Sumut terus bergerak membantu pemulihan lingkungan dan kehidupan warga pasca bencana tanah longsor dan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, di Desa Huta Godang dan Desa Garoga.
Dipimpin oleh Komandan Peleton Penugasan IPTU Deny Lius Tarigan, S.H., personel Brimob melaksanakan kerja bakti terpadu sebagai bagian dari upaya berkelanjutan penanggulangan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat.
Sejumlah kegiatan dilakukan, mulai dari pembersihan rumah dan sumur warga yang tertimbun material pasir, lumpur, kayu, dan batu, hingga pembangunan fasilitas pendukung kebutuhan dasar masyarakat.
Brimob Polda Sumut juga membangun MCK untuk rumah ibadah, menggali sumur air bersih untuk kepentingan umum, serta membuat ball tank air guna memastikan ketersediaan air bersih bagi warga.
Salah satu fokus kegiatan adalah pembersihan rumah dan sumur milik Sekemendi Manalu.
Pekerjaan ini dipimpin oleh Aipda Leo Simanjuntak bersama tujuh personel.
Hingga saat ini, proses pembersihan bagian dalam dan luar rumah telah mencapai sekitar 70 persen dan akan terus dilanjutkan sampai kondisi rumah kembali layak dihuni.
Selain itu, penggalian sumur umum dan pembangunan ball tank air dipimpin oleh Briptu Jose Batubara dengan melibatkan lima personel.
Progres pekerjaan telah mencapai sekitar 74 persen dan diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sumber air bersih.
Sementara itu, pembangunan MCK di Masjid At-Taqwa Muhammadiyah dipimpin oleh Bripka Arief Lubis bersama tiga personel.
Hingga kini, progres pembangunan telah mencapai 30 persen. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kebersihan jamaah dalam menjalankan ibadah.
Tak hanya itu, Brimob Polda Sumut juga melakukan pengurasan sumur warga milik April Manalu yang sebelumnya tercemar lumpur akibat banjir bandang.












