SERGAI I METROSERGAI.com – Aktivitas pembakaran batok kelapa di Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menuai keluhan dari masyarakat.
Asap tebal yang dihasilkan diduga mencemari udara, memicu gangguan kesehatan, hingga mengganggu pengguna jalan di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Tebing Tinggi.
Warga mengungkapkan, asap dari proses pembakaran tersebut kerap muncul pada dini hari dan mulai menyelimuti permukiman saat menjelang pagi.
Kondisi ini membuat masyarakat tidak dapat menikmati udara segar seperti biasanya.
Andry Hasibuan, salah seorang warga Dusun I Desa Pon, mengatakan bahwa aktivitas pembakaran umumnya dimulai sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.
Asap kemudian menyebar ke lingkungan warga sekitar pukul 04.00 hingga 05.30 WIB.
“Seharusnya pagi hari kami bisa menghirup udara segar, tapi justru yang terasa adalah asap pembakaran,ini sangat mengganggu,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Menurut Andry, jika proses pembakaran berlangsung hingga pagi, asap bahkan dapat bertahan sampai pukul 07.00 WIB dan menyelimuti kawasan permukiman serta badan jalan Jalinsum.
Dampak kesehatan pun mulai dirasakan warga.
Ia menyebutkan anak-anaknya mengalami gangguan pernapasan yang diduga dipicu oleh paparan asap tersebut.
“Dalam dua hari terakhir asapnya sangat tebal. Anak-anak saya batuk-batuk, bahkan yang punya riwayat bronkitis kambuh.
Bayi saya yang baru satu bulan juga ikut batuk sampai muntah,” ungkapnya.
Keluhan serupa juga dirasakan warga lainnya, terutama kalangan lanjut usia yang mengaku kesulitan bernapas saat asap mulai pekat di pagi hari.
Selain berdampak pada kesehatan, asap pembakaran juga dinilai membahayakan pengguna jalan.
Jarak pandang pengendara di Jalinsum Medan–Tebing Tinggi, khususnya di kawasan Desa Pon, disebut kerap terganggu akibat kabut asap yang cukup tebal.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan ini.
Baik melalui penertiban maupun relokasi aktivitas pembakaran batok kelapa agar tidak lagi berada di tengah permukiman padat penduduk.












