Menangani bencana banjir ini Pemko Medan bersinergi dengan masyarakat juga mendirikan 157 dapur umum didirikan untuk memastikan pengungsi mendapatkan kebutuhan pangan harian. Kecamatan Medan Deli memiliki dapur umum terbanyak dengan 45 titik, disusul Medan Marelan (19), Medan Maimun (14), dan Medan Helvetia (13).
Di tengah penanganan banjir, Pemko Medan juga menangani gangguan listrik dan kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang. PLN melaporkan, listrik padam karena lima gardu induk terendam banjir.
“Ada lima gardu induk yang terendam sehingga listrik padam, terutama di Medan bagian Utara. Namun perlahan-lahan sudah mulai membaik,” kata Rico Waas.
Untuk BBM, Pertamina melaporkan tersendatnya distribusi karena angin kencang di Belawan dan Labuhan yang membuat kapal pembawa BBM tidak bisa berlabuh tepat waktu.
“Stok BBM itu sejatinya cukup, hanya saja penyampaiannya ke SPBU yang terkendala. Jadi mohon tidak panik buying agar pembagiannya bisa merata,” imbau Wali Kota.
Pemko Medan memastikan seluruh jajaran tetap siaga hingga kondisi benar-benar pulih. Rico Waas menegaskan komitmen koordinasi berkelanjutan dengan seluruh instansi.
“Rekan-rekan PLN dan Pertamina berkomitmen memperbaiki masalah listrik dan penyaluran BBM agar masyarakat tetap bisa terlayani,” ujar Wali Kota.
Pemko Medan juga telah membuka saluran untuk laporan dan bantuan darurat yakni Call Center Siaga Banjir: 112. Warga diharap tetap tenang, saling membantu, dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Kebersamaan dan koordinasi menjadi kunci untuk melewati situasi ini dengan baik.***












