SIMALUNGUN I METROSERGAI.com – Operasi senyap yang digelar dini hari membuahkan hasil.
Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun mengamankan seorang pria berinisial K (45).
Dari sebuah kamar kos di kawasan Jalan Guru Jason Saragih, Desa Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.
Penindakan dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika di lokasi tersebut.
Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan tertutup sebelum akhirnya petugas melakukan penggerebekan.
Saat diamankan, K yang berprofesi sebagai wiraswasta diduga tengah menunggu calon pembeli sabu di dalam kamar kosnya.
Dari tangan tersangka, polisi menyita 54 plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 10,77 gram.
Rinciannya, 48 plastik klip ukuran kecil dan 6 plastik klip ukuran sedang yang diduga telah dipaketkan untuk diedarkan.
Selain sabu, petugas juga menemukan sejumlah barang yang menguatkan dugaan aktivitas peredaran, antara lain timbangan elektrik, kaca pirex, alat hisap dari botol plastik, buku catatan transaksi.
Serta satu unit telepon genggam merek Realme warna biru yang diduga digunakan untuk komunikasi dengan pembeli.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Sabtu (28/2/2026), membenarkan penangkapan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari peran aktif masyarakat yang melaporkan aktivitas mencurigakan di kos tersebut.
“Setelah dilakukan penyelidikan, tim langsung bergerak dan mengamankan satu orang tersangka berikut barang bukti sabu siap edar.
Saat diinterogasi, tersangka mengakui kepemilikan barang tersebut,” ujar AKP Verry Purba.
Kepada penyidik, K mengaku memperoleh sabu dari seorang pria yang dikenalnya dengan panggilan Prima, yang disebut berdomisili di Kota Medan.
Informasi ini kini menjadi dasar bagi aparat untuk mengembangkan penyelidikan guna mengungkap jaringan pemasok di atasnya.
Saat ini tersangka telah ditahan di Mako Polres Simalungun untuk menjalani pemeriksaan intensif.












