Daerah

Gubernur Bobby Targetkan Infrastruktur Rusak Tuntas 2028, Gus Irawan Puji Keseriusan Bobby

×

Gubernur Bobby Targetkan Infrastruktur Rusak Tuntas 2028, Gus Irawan Puji Keseriusan Bobby

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution saat meresmikan Jembatan Aek Sipange, Kscamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan. (ist)

METROSERGAI.COM, Tapanuli Selatan– Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menargetkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Kabupaten Tapanuli Selatan rampung paling lambat tahun 2028.

Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bobby mengatakan pembangunan infrastruktur, termasuk jembatan dan perbaikan jalan utama di wilayah tersebut, menjadi prioritas pemerintah provinsi karena merupakan jalur strategis menuju ibu kota kabupaten dan kawasan pedalaman.

“Harapannya pembangunan ini bisa membawa manfaat, baik dari sisi ekonomi, kesejahteraan masyarakat maupun sosial. Jembatan dan jalan ini menjadi jalur utama untuk pembangunan infrastruktur ke wilayah yang lebih dalam,” ujar Bobby saat meresmikan Jembatan Aek Sipange, Kscamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Menurutnya, perencanaan pembangunan sudah selesai, termasuk desain teknis dan gambar proyek. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan pengerjaan dapat segera dilakukan sehingga seluruh proyek dapat diselesaikan sebelum masa jabatan berakhir.

“Kita targetkan selesai sebelum masa jabatan berakhir. Paling lama tahun 2028 harus sudah bisa kita selesaikan,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Sumut, Chandra Dalimunthe menjelaskan bahwa pemerintah juga merencanakan perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Arse yang saat ini mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Menurut Chandra, kondisi jalan yang rusak tersebar di beberapa segmen dengan total panjang sekitar 22 kilometer. Kemudian ditambah 22 kilometer di kawasan lain.

“Kerusakan tersebut terdiri dari beberapa ruas, masing-masing sepanjang 9 kilometer, 9 kilometer, dan 4 kilometer.
Total ruas jalan yang rusak sekitar 22 kilometer dari total panjang jalan tersebut 71 kilometer. Ditambah 22 kilometer wilayah lainnya. Ini tersebar di beberapa segmen dan akan diperbaiki secara bertahap setelah perencanaan selesai,” ujarnya.

Pemerintah saat ini masih menyusun detail perencanaan agar proses pembangunan dapat segera dilaksanakan sesuai prioritas kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *