Bobby menjelaskan korban banjir-longsor juga terdampak mata pencahariannya. Sehingga Pemprov Sumut mempercepat realisasi program unggulan bersekolah gratis (PUBG) tersebut.
“Kita tahu selain rumah pasti ada materil lain yang terdampak seperti sawah ataupun kebunnya, mata pencahariannya jadi terganggu pasti akan menganggu pembiayaan untuk anak-anaknya yang sekolah jadi tahun depan tahun depan di Tapanuli Selatan kita gratiskan, nggak usah bayar-bayar lagi, untuk yang negeri ya termasuk SMK dan SLB,” ujarnya.
Sehingga ada total 10 kabupaten/kota yang bakal diterapkan PUBG itu. 10 kabupaten/kota itu adalah Gunungsitoli, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Langkat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Sibolga.
“Daerah terdampak, sejauh ini akan kita tambahkan kurang lebih ada lima daerah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Sibolga, dan juga Langkat. Lima, penambahannya, jadi, total tahun depan mudah-mudahan 10 kabupaten/kota, lima di Kepulauan Nias, lima di daerah terdampak bencana,” tuturnya.***












