Rico Waas menegaskan, Pemko Medan sangat membutuhkan bimbingan dan nasihat para ulama dalam menjalankan amanah pemerintahan.
“Sebagai pelayan masyarakat, kami harus terus mengevaluasi diri. Masih banyak kekurangan dan kekhilafan yang harus kami perbaiki. Karena pada akhirnya, setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban,” ucap Rico Waas.
Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persaudaraan dan saling mengingatkan dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks.
Menurut Rico Waas, pembangunan Kota Medan hanya dapat terwujud apabila dilakukan secara bersama-sama.
“Jika Medan dibangun, maka bangunlah bersama-sama. Inilah makna Medan untuk semua dan semua untuk Medan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengimbau masyarakat agar tidak merayakan pergantian tahun dengan berfoya-foya atau hiburan berlebihan, melainkan dengan kegiatan yang lebih bermakna dan penuh empati sosial. “Kondisi kita saat ini masih membutuhkan kepekaan sosial. Mari tutup tahun dengan doa dan kepedulian kepada sesama.”
Kegiatan tausiyah, zikir, dan doa bersama ini menghadirkan Prof. Dr. H. Muzakkir, M.A. sebagai penceramah, zikir dipandu oleh Prof. K.H. Amiruddin, M.S., serta doa oleh Ketua MUI Kota Medan Dr. Hasan Maksum.
Selain sebagai sarana silaturahim, kegiatan ini diharapkan menjadi refleksi spiritual bagi seluruh elemen masyarakat dalam menyongsong tahun 2026 dengan semangat kebersamaan, optimisme, dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.***












