Ia menegaskan, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung, dengan harapan disiplin berlalu lintas dapat tumbuh sebagai kebiasaan masyarakat, bukan hanya karena adanya operasi.
“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Melalui operasi ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif agar budaya tertib berlalu lintas terus terjaga,” tutupnya.
Operasi Keselamatan Toba 2026 akan berlangsung hingga 15 Februari 2026, dengan fokus pada pencegahan kecelakaan, penegakan hukum yang profesional.
Serta peningkatan kualitas keselamatan lalu lintas di seluruh wilayah Sumatera Utara.(mps)












