Polhukam

Operasi Keselamatan Toba 2026 Tunjukkan Hasil Nyata, Kecelakaan di Sumut Turun Lebih dari 20 Persen

×

Operasi Keselamatan Toba 2026 Tunjukkan Hasil Nyata, Kecelakaan di Sumut Turun Lebih dari 20 Persen

Sebarkan artikel ini

MEDAN I METROSERGAI.com – Enam hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 membuahkan hasil positif.

Kepolisian Daerah Sumatera Utara mencatat penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas beserta korban, menandai efektivitas pendekatan preventif dan humanis yang diterapkan selama operasi berlangsung.

Berdasarkan laporan resmi Operasi Keselamatan Toba per 7 Februari 2026, jumlah kecelakaan pada periode hari pertama hingga hari keenam tahun ini turun dari 84 kejadian pada periode yang sama tahun 2025 menjadi 67 kejadian.

Artinya, terjadi penurunan sebesar 20,2 persen.

Tak hanya jumlah kecelakaan, angka korban juga menunjukkan tren menurun.

Korban luka berat berkurang dari 26 orang menjadi 25 orang, sementara korban luka ringan turun dari 101 orang menjadi 92 orang.

Data ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kepatuhan dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Di sisi penegakan hukum, pada hari keenam operasi tercatat 975 pelanggaran.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.701 pelanggaran, atau turun drastis hingga 63,9 persen.

Dari jumlah tersebut, penindakan melalui sistem ETLE sebanyak 20 kasus, non-ETLE 56 kasus, dan sisanya berupa teguran humanis yang mencapai 894 kali.

Secara akumulatif sejak hari pertama, total penindakan mencapai 7.089 tindakan.

Menariknya, sebagian besar berupa teguran sebanyak 5.479 kali, menegaskan bahwa pembinaan dan edukasi tetap menjadi fokus utama dalam Operasi Keselamatan Toba 2026.

Salah satu kegiatan yang menyita perhatian publik adalah pelaksanaan ramp check terhadap kendaraan angkutan umum, travel, dan truk bersama instansi terkait.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kelayakan teknis kendaraan, kelengkapan administrasi, hingga kondisi muatan guna mencegah pelanggaran over dimension dan over loading.

Selain itu, para pengemudi juga menjalani tes urin untuk memastikan kondisi fisik dan mental mereka bebas dari pengaruh narkoba, sebagai langkah pencegahan kecelakaan fatal di jalan raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *