Pada hari keenam operasi, petugas menindak satu kendaraan travel yang tidak sesuai peruntukan serta empat pelanggaran over dimension dan over loading.
Secara keseluruhan, hingga hari keenam tercatat 11 kasus pelanggaran ODOL, menunjukkan konsistensi Polda Sumut dalam menegakkan keselamatan transportasi.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menyebut penurunan angka kecelakaan dan korban jiwa sebagai capaian penting yang patut diapresiasi.
“Operasi ini bukan semata soal penindakan, tetapi tentang menyelamatkan nyawa.
Penurunan kecelakaan lebih dari 20 persen dan berkurangnya korban meninggal dunia hingga 48 persen merupakan hasil kerja bersama,” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan sopir travel dan truk menjadi perhatian utama karena faktor pengemudi kerap menjadi penyebab kecelakaan berat.
Oleh sebab itu, pendekatan preventif, edukatif, dan humanis akan terus diperkuat hingga operasi berakhir.
Dengan tren positif yang terus terjaga, Operasi Keselamatan Toba 2026 diharapkan mampu membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di seluruh wilayah Sumatera Utara.(mps)












