Gerakan Pangan Murah ini lebih bersifat langkah antisipasi agar harga tetap stabil,” kata Budi.
Di tingkat nasional, Ketua Pelaksana Satgas Pangan Polri, Kalingga Rendra Raharja, menyebutkan bahwa bazar pangan murah tersebut digelar serentak di 36 Polda dan sekitar 500 Polres di seluruh Indonesia.
Menurutnya, pada tahun 2025 program serupa berhasil melampaui target nasional hingga mencapai 148 persen.
Untuk tahun 2026, Satgas Pangan Polri menargetkan penyaluran beras sebesar 10 persen dari total target distribusi Bulog.
“Melalui keterlibatan seluruh jajaran hingga tingkat bawah, kami berharap program ini dapat membantu masyarakat.
Khususnya kalangan pekerja, buruh, hingga pengemudi ojek, agar lebih mudah mendapatkan bahan pangan menjelang Lebaran,” ujar Kalingga.
Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah bersama Polri berharap masyarakat dapat menjalani bulan Ramadhan dengan lebih tenang serta menyambut Idulfitri tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok.(mps)












