“Kurang lebih dua Lebaran yang lalu ada keluarga yang mencoba menyeberang saat air sungai naik. Mobilnya hanyut dan satu keluarga yang berisi delapan orang meninggal dunia,” katanya.
Menurutnya, peristiwa itu langsung mendapat perhatian dari Gubernur Sumut yang kemudian mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan tersebut.
“Pak Gubernur mendengar peristiwa itu lalu mengalokasikan anggaran dan memprogramkan pembangunan jembatan ini. Hari ini jembatan itu sudah selesai dan diresmikan,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan Jembatan Aek Sipangi merupakan program monumental karena membuka akses bagi masyarakat di sejumlah kecamatan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
“Jembatan ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Aek Bilah dan wilayah sekitarnya. Ini akan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Sebelumnya Plt Kadis PUPR Sumut, Chandra Dalimunthe mengatakan, jembatan ini dibangun pada 2025 dengan panjang 50 meter. Anggaran pembangunan sendiri bersumber dari APBD sebesar Rp21,8 miliar. **












