Ditambahkan Bobby Nasution, dari ajaran tersebut dapat dilihat hari ini kota Medan yang merupakan kota yang kita cintai dan banggakan ada kawasan Kesawan, kota lama bahkan Mesjid gang bengkok.
Tentunya ini semua tidak terlepas dari sosok Tjong A Fie yang menjadi sosok yang begitu luar biasa bukan hanya untuk masyarakat Tionghoa tetapi untuk seluruh masyarakat Kota Medan.
“Kami mengajak masyarakat mari kita pelajari dan pahami apa yang selama ini Tjong A Fie ajarkan kepada kita agar bisa terus hidup bergandengan, hidup rukun dan hidup kebersamaan serta saling mendukung ataupun membantu sesama”, ucap Bobby Nasution.
Menurut Bobby Nasution perayaan Harmoni Imlek 2025 adalah perayaan Imlek terakhir dirinya sebagai Wali Kota Medan.
Bobby Nasution pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat kota Medan yang selama ini telah mendukung dan mensupport. “Mohon maaf apabila di masa kepemimpinan kami ada khilaf dan kurangnya,” katanya.
“Selanjutnya tugas Wali Kota Medan akan dilanjutkan kepada Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan terpilih Rico Waas dan Zakiyudin . Kita doakan dan dukung terus kepemimpinan beliau agar bisa membangun Kota Medan yang lebih masif dan maju dengan tetap kebersamaan dan harmoni serta kolaborasi antara umat agama dan etnis yang ada di Kota Medan” jelas Bobby Nasution.
Sebelumnya Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba dalamaa laporannya mengatakan Harmoni Imlek kota Medan 2025 yang mengusung tema Persatuan dalam keberagaman, Harmoni dalam Kebersamaan ini telah berlangsung dari pagi hari yang dimeriahkan dengan pameran dan kuliner.
“Harmoni Imlek 2025 ini disini beragam pertunjukan diantaranya atraksi barongsai, atraksi tambur, tarian oriental Tionghoa, Kecapi perfomance, tarian naga dan fashion show cheongsam serta hiburan lainnya. Kegiatan ini merupakan komitmen Pemko Medan dalam merayakan kebersamaan dan menghormati keberagaman,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, Wali Kota Medan diberikan cendramata oleh Walubi kota Medan sebagai tanda terima kasih atas perhatian yang cukup besar diberikan kepada masyarakat etnis Tionghoa di kota Medan.***












