Sedangkan untuk sarana pelatihan, kita (Pemprov Sumut) juga siap mendukung dan membantu untuk pembangunan balai latihan,” jelas Gubernur Bobby.
Ia menambahkan, dukungan tersebut juga dilandasi kebutuhan akan validasi data korban bencana yang lebih akurat. Selama ini, perbedaan data antara perangkat desa, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait kerap terjadi.
“Sebenarnya kita (Pemprov Sumut) ingin sekali secepatnya menyampaikan bantuan ke lokasi terdampak bencana. Karena itu kita ingin validasi data korban bencana bisa lebih cepat diterima. Sehingga langkah mitigasinya juga lebih cepat dan tepat sasaran,” sebut Bobby, yang mendukung penuh upaya pelatihan kebencanaan bagi masyarakat, khususnya perangkat pemerintah terdekat.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas RI Kelas A Medan, Hery Marantika, menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur Sumut dalam penanganan bencana, khususnya pada kejadian November 2025 yang dinilai sangat responsif.
“Karena waktu itu Gubernur Sumatera Utara cepat tanggap dalam memitigasi bencana. Jadi saya menyampaikan pesan dari Kepala Basarnas RI (Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i), berupa penghargaan ini. Kami berharap bisa mendirikan balai pelatihan kebencanaan, terutama untuk 18 daerah yang terdampak bencana. Pesertanya juga bisa dari masyarakat biasa atau relawan,” ungkapnya.
Hery juga menilai kolaborasi lintas instansi dalam penanganan hingga pemulihan pascabencana di Sumut memberikan kesan positif bagi Basarnas.
“Pengalaman di lapangan, keakraban bersama Gubernur dan jajaran, saling sinergi, saling mendukung, itu yang berkesan bagi kami. Karenanya pertemuan ini juga yang kami harapkan,” pungkasnya.
Turut hadir mendampingi Gubernur Sumut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Basarin Tanjung, Kepala Biro Adpim Ady Putra, Kepala Satpol PP Muttaqien Hasrimy, Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo Sumut Porman Juanda, serta Sekretaris BPBD Sumut Herianto. **












