Ia juga menyoroti sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti peredaran narkoba, premanisme, penyebaran berita hoaks, hingga praktik judi online yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Selain itu, Djamari menekankan pentingnya peran Forkopimda dan tokoh agama dalam merangkul generasi muda agar terlibat aktif menjaga persatuan dan stabilitas daerah.
“Bagaimana kita melibatkan anak-anak muda, merangkul mereka, serta memberikan ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan dan menjaga persatuan,” ujarnya.
Ia juga meminta tokoh masyarakat dan jajaran Forkopimda untuk segera meluruskan berbagai isu hoaks yang beredar di tengah masyarakat, seperti isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) maupun krisis pangan. Menurutnya, pemerintah memastikan ketersediaan energi dan pangan nasional tetap aman dan mencukupi bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, unsur Forkopimda Sumut, Anggota DPR RI Musa Rajekshah, Wali Kota Medan Rico Waas, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama di Sumut. ***












