LHOKSEUMAWE I METROSERGAI.com – Kondisi plang nama Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe menjadi perhatian masyarakat.
Setelah sejumlah huruf pada papan identitas gedung terlihat terlepas dan memudar.
Akibatnya, nama lembaga legislatif tersebut tidak lagi terbaca secara utuh sehingga mengurangi kesan representatif sebagai kantor lembaga publik.
Temuan tersebut diperoleh Tim Liputan dan Investigasi Lembaga Pers Mahasiswa Hukum (LPMH).
Saat melintas di kawasan Gedung DPRK Lhokseumawe pada Jumat (26/6/2026),usai pelaksanaan salat Jumat di Masjid Baiturrahman.
Dari hasil pantauan di lapangan, beberapa huruf pada plang nama tampak hilang, sementara sebagian lainnya mulai pudar sehingga tulisan terlihat kurang jelas.
Meski tampak sebagai persoalan sederhana, kondisi tersebut dinilai layak mendapat perhatian.
Plang nama merupakan identitas resmi sebuah institusi sekaligus menjadi bagian dari wajah sebuah lembaga di mata masyarakat.
Sebagai tempat para wakil rakyat menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Gedung DPRK Lhokseumawe semestinya menampilkan kondisi yang terawat, termasuk pada fasilitas pendukung di bagian depan gedung.
Perawatan aset pemerintah, sekecil apa pun bentuknya, menjadi bagian dari upaya menjaga citra dan kewibawaan institusi.
Fasilitas yang terpelihara dengan baik tidak hanya menciptakan kesan profesional.
Tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap aset daerah yang digunakan untuk melayani kepentingan masyarakat.
Kondisi plang nama yang mulai rusak pun memunculkan harapan agar pihak terkait segera melakukan perbaikan.
Pembenahan identitas gedung dinilai penting agar kantor lembaga legislatif tetap tampil layak, representatif.
Dan mencerminkan tanggung jawab sebagai institusi yang mewakili aspirasi masyarakat Kota Lhokseumawe.
Melalui hasil pemantauan ini, Tim Liputan dan Investigasi LPMH berharap perhatian terhadap pemeliharaan fasilitas publik dapat terus ditingkatkan.
Sebab, menjaga hal-hal yang tampak sederhana juga merupakan bagian dari menjaga kepercayaan publik serta marwah lembaga pemerintahan.(edwin)












