BELAWAN I METROSERGAI.com – Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) yang menimpa seorang wartawan di kawasan Pajak Baru, Kecamatan Medan Belawan, akhirnya terungkap.
Polsek Belawan berhasil menangkap satu dari tiga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Pelaku yang diamankan berinisial AP (19), warga Kecamatan Medan Belawan.
Sementara dua rekannya, masing-masing berinisial A dan I, masih dalam pengejaran polisi.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Duyung, Lingkungan 07, Pajak Baru, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 23.50 WIB.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P. Sembiring M., SIK., melalui Kapolsek Belawan AKP Banor Limbong, SH.
Mengatakan kasus tersebut terungkap setelah korban berinisial S. Siregar, yang berprofesi sebagai wartawan, membuat laporan ke Polsek Belawan.
Menurut Banor, saat kejadian korban bersama seorang saksi baru saja selesai mengunjungi rumah temannya.
Ketika keduanya hendak menuju sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan, mereka tiba-tiba didatangi tiga pria yang tidak dikenal.
Salah seorang pelaku kemudian mengacungkan parang dan meminta uang kepada korban. Karena terancam, korban menyerahkan uang sebesar Rp100.000.
Namun, pelaku ternyata belum berhenti. Korban kembali dipaksa menyerahkan uang.
Bahkan, pelaku memiting leher korban sembari menempelkan parang ke arah kepalanya.
Di saat bersamaan, pelaku lainnya yang membawa obeng mengancam saksi.
Sementara seorang pelaku lainnya merogoh saku celana korban dan mengambil uang tunai sebesar Rp2.030.000.
“Setelah berhasil mengambil uang korban, ketiga pelaku langsung melarikan diri menuju Jalan Belanak,” ujar AKP Banor Limbong, Sabtu (22/8/2026).
Berbekal laporan korban, personel Polsek Belawan kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengecek lokasi kejadian.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diamankannya AP.
Dalam pemeriksaan, AP mengakui keterlibatannya dalam aksi tersebut bersama A dan I.
AP juga mengaku sebagai pelaku yang mengacungkan parang kepada korban.












