Polhukam

Bayar PPJ Tiap Bulan, Warga Teluk Mengkudu Justru Melintas di Jalan Gelap Gulita

×

Bayar PPJ Tiap Bulan, Warga Teluk Mengkudu Justru Melintas di Jalan Gelap Gulita

Sebarkan artikel ini

SERGAI I METROSERGAI.com – Kondisi penerangan jalan umum di Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, menuai keluhan serius dari masyarakat.

Pasalnya, meski Pajak Penerangan Jalan (PPJ) terus dibayarkan setiap bulan, banyak ruas jalan utama hingga kini masih gelap gulita, terutama pada malam hari.

Warga menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Saat malam tiba, suasana di sejumlah titik jalan umum di Teluk Mengkudu nyaris tanpa cahaya, bahkan disebut menyerupai hutan karena minimnya penerangan.

Salah seorang warga Teluk Mengkudu, Sabdan Ali, menyampaikan kekecewaannya, Jumat (2/1/2026).

Ia mengatakan persoalan penerangan jalan sudah berlangsung lama dan tak kunjung mendapat solusi nyata dari pemerintah daerah.

“Sudah puluhan tahun masalah lampu jalan ini tidak pernah tuntas.

Padahal kami rutin membayar Pajak Penerangan Jalan, baik setiap bulan maupun saat membeli token listrik prabayar.

Tapi kenyataannya, jalan umum berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tidak menyala,” ujarnya dengan nada heran.

Menurut Sabdan, kondisi jalan yang gelap tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat di malam hari, tetapi juga kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Ia berharap, menjelang Bulan Suci Ramadan, seluruh jalan umum di Kecamatan Teluk Mengkudu sudah dilengkapi penerangan yang memadai.

“Dampaknya sudah jelas, banyak kecelakaan dan warga kesulitan beraktivitas mencari nafkah di malam hari.

Tolong dipikirkan dengan serius, jangan hanya rapat dan kegiatan seremonial yang ujung-ujungnya menghabiskan uang negara,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Maini (53), warga Desa Pasar Baru, Kecamatan Teluk Mengkudu.

Ia mengaku merasa takut melintas di jalan umum pada malam hingga dini hari karena gelap total.

“Sepanjang jalan tidak terlihat satu pun lampu yang menyala. Kami sebagai ibu rumah tangga jadi takut, mau belanja subuh saja was-was, apalagi keluar malam.

Tolonglah pak pemerintah, pasangkan lampu yang layak di tiang-tiang yang sudah ada,” pintanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *