Ia menambahkan, sebagian pekerjaan awal telah dilakukan, yakni pengerukan dasar sungai yang mengalami sedimentasi pascabanjir menggunakan alat berat. Pembangunan bronjong ditargetkan mulai pada Mei 2026 atau paling lambat Juni 2026.
“Dari instruksi Pak Gubernur, paling lama kita mulai itu Juni 2026. Kalau kendala di lapangan bisa teratasi, maka waktu pengerjaannya bisa lebih cepat. Yang penting dukungan masyarakat untuk memudahkan pengerjaannya,” kata Gibson.
Adapun panjang bronjong yang akan dibangun diperkirakan mencapai 400 hingga 600 meter di setiap titik, dengan penentuan berdasarkan skala prioritas wilayah berisiko tinggi terdampak banjir. **












