Religi

Detasemen Gegana Brimob Sumut Sterilisasi Vihara di Medan, Ibadah Waisak Berjalan Aman dan Penuh Khidmat

×

Detasemen Gegana Brimob Sumut Sterilisasi Vihara di Medan, Ibadah Waisak Berjalan Aman dan Penuh Khidmat

Sebarkan artikel ini

MEDAN I METROSERGAI.com – Menyambut perayaan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE).

Personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumatera Utara melakukan sterilisasi menyeluruh.

Di sejumlah vihara prioritas di Kota Medan, Minggu (31/05/2026).

Langkah ini dilakukan guna memastikan umat Buddha dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.

Sterilisasi dipusatkan di beberapa vihara besar yang menjadi lokasi utama perayaan Waisak.

Di antaranya Vihara Borobudur, Vihara Gunung Timur, Vihara Setia Budi, dan Vihara Maitreya.

Kegiatan pengamanan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian.

Dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama berlangsungnya rangkaian ibadah.

Sebanyak satu tim Jibom KBRN yang terdiri dari delapan personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut.

Tim dipimpin langsung oleh Panit 3 Jibom Den Gegana, IPDA Rahmat Hidayat.

Dengan dukungan peralatan khusus pendeteksi bahan peledak dan zat kimia berbahaya.

Personel melakukan penyisiran detail di area dalam maupun sekitar vihara.

Proses sterilisasi dilakukan secara teliti dan sistematis, mulai dari ruang ibadah, area parkir, hingga titik-titik yang dianggap rawan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan situasi aman dan kondusif.

Petugas tidak menemukan benda mencurigakan, bahan peledak, maupun zat berbahaya lainnya di seluruh lokasi yang diperiksa.

Kehadiran Detasemen Gegana Brimob Polda Sumut menjadi bentuk kesiapsiagaan aparat.

Dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, khususnya pada momentum keagamaan.

Pengamanan ini juga mencerminkan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan.

Serta memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Medan.

Dengan pengamanan yang optimal, rangkaian ibadah Hari Raya Waisak diharapkan berlangsung lancar, damai, dan penuh khidmat.

Sehingga umat Buddha dapat menjalankan perayaan suci dengan rasa tenang dan nyaman.(mps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *