Daerah

Kaderisasi Ekonomi Syariah Sergai Kembali Digelar, Wabup Adlin Targetkan Gerakan UMKM Menjangkau 237 Desa

×

Kaderisasi Ekonomi Syariah Sergai Kembali Digelar, Wabup Adlin Targetkan Gerakan UMKM Menjangkau 237 Desa

Sebarkan artikel ini

Adlin berharap kaderisasi ekonomi syariah tidak berhenti pada tiga kecamatan yang menjadi peserta kali ini.

Ia ingin gerakan tersebut diperluas hingga seluruh wilayah Sergai.

“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa menumbuhkembangkan UMKM di Kabupaten Serdang Bedagai, tidak hanya di tiga kecamatan ini, tetapi bisa keliling di 17 kecamatan.

Kalau bisa sampai 237 desa dan 6 kelurahan, sehingga pelaku-pelaku UMKM ini tumbuh subur di Kabupaten Serdang Bedagai,” harapnya.

Ia menilai Sergai memiliki potensi ekonomi masyarakat yang besar.

Tantangannya, kata Adlin, adalah bagaimana potensi tersebut diubah menjadi aktivitas ekonomi produktif.

“Potensi kita sangat luar biasa. Hari ini potensi kita begitu hebat.

Sekarang tinggal kemauan kita, tinggal keyakinan kita bagaimana kita bisa memulai dan bisa berbuat,” pungkasnya.

Buya Tamlih: Ekonomi Umat Harus Dibangun dengan Ilmu dan Akhlak

Setelah sambutan Wakil Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan kaderisasi Ekonomi Syariah Generasi Muda Sergai yang dipimpin Buya Tamlih.

Dalam kegiatan tersebut, Buya Tamlih memperkenalkan salah satu karyanya bertajuk “Napak Tilas dan Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Perekonomian Umat.”

Di hadapan peserta, khususnya generasi muda, ia menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi umat yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW tidak semata-mata berkaitan dengan perdagangan dan aktivitas pasar.

Menurut Buya Tamlih, pembangunan ekonomi juga berkaitan dengan kemandirian, persaudaraan, pengentasan kemiskinan serta peningkatan ilmu pengetahuan.

“Perekonomian yang dibangun Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang pasar dan perdagangan.

Rasulullah juga berjuang melawan kemiskinan dan kebodohan.

Karena umat yang kuat secara ekonomi harus dibarengi dengan ilmu pengetahuan, akhlak dan keimanan yang kuat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kejujuran, kepercayaan dan tanggung jawab merupakan nilai penting dalam menjalankan usaha.

Keberhasilan seorang pelaku usaha, kata dia, tidak semata-mata diukur dari besarnya keuntungan.

Tetapi juga dari bagaimana usaha tersebut dijalankan secara jujur dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *