Skala Nasional: Menjangkau 26 Provinsi
Program Makan Bergizi Gratis ini tidak hanya berlangsung di Boyolali, tetapi juga telah menyasar 26 provinsi di seluruh Indonesia.
Wilayah cakupannya mencakup berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua Selatan.
Program ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan gizi di masyarakat, terutama di kalangan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditunjuk sebagai pengelola utama.
SPPG bertanggung jawab atas penyediaan makanan bergizi yang sesuai standar, dengan pengawasan ketat dari ahli gizi dan akuntan.
Selain itu, dapur-dapur yang digunakan untuk memasak makanan juga diawasi secara ketat untuk memastikan kebersihan dan efisiensi.
“Setiap dapur SPPG dilengkapi dengan standar operasional yang tinggi.
Kami memastikan makanan yang disajikan higienis, bergizi, dan bebas dari bahan yang berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak,” ujar salah satu perwakilan SPPG.
Berorientasi pada Keberlanjutan
Selain fokus pada kualitas gizi, program ini juga memperhatikan aspek keberlanjutan.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan nampan stainless steel yang dapat digunakan ulang.
Pendekatan ini tidak hanya mendukung pengurangan limbah plastik, tetapi juga memastikan makanan disajikan dengan cara yang lebih higienis.
Langkah ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk para ahli pendidikan dan pemerhati gizi.
Menurut mereka, pendekatan ini mencerminkan komitmen program untuk tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga solusi jangka panjang bagi kesejahteraan anak-anak Indonesia.
Harapan untuk Masa Depan
Para orang tua berharap program Makan Bergizi Gratis dapat terus berlangsung dan diperluas ke lebih banyak daerah.
Mereka menyadari bahwa gizi yang baik sangat berpengaruh pada kemampuan belajar anak-anak di sekolah.
Dengan tubuh yang sehat, mereka lebih siap menerima pelajaran dan berkembang secara optimal.
“Program ini tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga menanamkan kebiasaan baik pada anak-anak, yaitu makan bersama dengan penuh kebersamaan.












