Sebaran investasi menunjukkan dominasi sektor tersier atau jasa dengan kontribusi sekitar 81,9 persen, disusul sektor sekunder sebesar 17,7 persen, dan sektor primer dalam porsi yang lebih kecil.
Beberapa sektor dengan realisasi investasi terbesar meliputi jasa lainnya, transportasi, gudang, dan telekomunikasi, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, perdagangan dan reparasi serta hotel dan restoran
Kuatnya sektor jasa dinilai sejalan dengan karakter Medan sebagai kota perdagangan dan jasa di wilayah barat Indonesia.
Dilihat dari asal negara, investasi asing banyak berasal dari kawasan Asia, dengan kontribusi signifikan dari negara-negara mitra dagang utama Indonesia. Hal ini mencerminkan posisi strategis Medan sebagai pintu gerbang ekonomi regional.
Pemerintah Kota Medan optimistis tren positif ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan infrastruktur pendukung investasi, serta pengembangan sektor-sektor produktif yang mampu menyerap tenaga kerja lebih luas.
Wan Azmi menambahkan bahwa capaian ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas dan arah pembangunan kota.
“Kami akan terus menjaga momentum ini dengan memastikan proses investasi semakin mudah, transparan, dan akuntabel, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Dengan realisasi yang menembus hampir dua kali lipat dari target, tahun pertama kepemimpinan Rico–Zaki menjadi sinyal kuat bahwa roda ekonomi Medan tengah bergerak ke arah yang semakin progresif.***












