Lifestyle

SMSI Sumut Apresiasi Riset UMA-UISU, Dorong SEO Masuk Uji Kompetensi Wartawan Media Siber

×

SMSI Sumut Apresiasi Riset UMA-UISU, Dorong SEO Masuk Uji Kompetensi Wartawan Media Siber

Sebarkan artikel ini

Penelitian tersebut mengangkat tema “Implementasi SEO untuk Peningkatan Keterampilan Wartawan.

Menghasilkan Produk Jurnalistik dengan Konten Etika dan Hukum Pers untuk Keberlanjutan Media Siber.”

Tim peneliti dipimpin Dr Dedi Sahputra dari Universitas Medan Area (UMA).

Dengan anggota Dr Zakaria Siregar dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dan Dr Fauji Wikanda dari Universitas Medan Area.

Dalam pemaparannya, Dedi Sahputra menjelaskan bahwa perkembangan algoritma mesin pencari Google berlangsung sangat dinamis.

Kondisi tersebut membuat wartawan dan editor perlu memiliki kemampuan teknis untuk menghasilkan karya jurnalistik yang mudah ditemukan mesin pencari tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.

“Sistem algoritma di Google sangat dinamis sehingga memerlukan teknik khusus dalam mengemas produk jurnalistik yang ramah mesin pencarian atau SEO friendly,” jelas Dedi.

Ia menyebut pertumbuhan media siber di Indonesia yang mencapai lebih dari 51.000 media membuat persaingan memperoleh trafik semakin ketat.

Di sisi lain, keberlanjutan ekonomi media juga menjadi tantangan bagi perusahaan pers.

Dedi menilai kondisi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi wartawan.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, terdapat sekitar 16.245 wartawan tersertifikasi, namun hanya 9.409 di antaranya berasal dari media siber.

“Belum ada ujian SEO dalam UKW.

Modul UKW PWI saat ini belum mengakomodasi secara spesifik mengenai SEO dan literasi algoritmik,” ungkapnya.

Menurut Dedi, kemampuan SEO seharusnya mulai menjadi bagian dari kompetensi formal dalam UKW, khususnya bagi wartawan yang bekerja di media siber.

Ia menawarkan pembagian kompetensi berdasarkan jenjang UKW.

Pada tingkat wartawan muda, SEO diarahkan pada kemampuan eksekusi; wartawan madya pada aspek strategi; sedangkan wartawan utama diarahkan pada kemampuan kebijakan.

Tak hanya SEO, Dedi menegaskan wartawan dan editor juga wajib memahami etika serta hukum pers.

Kompetensi tersebut diperlukan agar produk jurnalistik yang dihasilkan tidak hanya mampu bersaing dalam memperoleh trafik, tetapi juga memenuhi standar jurnalistik dan layak dipublikasikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *