Nasional

Tangis di Tanah Sumatera: Ribuan Warga Terjebak Bencana, Polri Bertaruh Nyawa di Garis Depan Penyelamatan

×

Tangis di Tanah Sumatera: Ribuan Warga Terjebak Bencana, Polri Bertaruh Nyawa di Garis Depan Penyelamatan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA I METROSERGAI.com – Derita panjang tengah menyelimuti Sumatera Utara.

Dalam lima hari terakhir, hujan tanpa henti memicu serangkaian bencana alam yang mengguncang enam kabupaten/kota.

Tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang menghantam permukiman, merenggut nyawa warga, merusak rumah, dan memutus akses vital.

Total 20 kejadian bencana tercatat hingga hari ini: 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang.

Akibatnya, 19 warga menjadi korban, terdiri dari 10 meninggal dunia, 3 luka-luka, dan 6 orang masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, 2.393 kepala keluarga terdampak, dengan 445 warga terpaksa mengungsi ke tempat aman.

Duka Beruntun di Tapanuli dan Sibolga

Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah paling terpukul. Longsor yang terjadi pukul 07.00 WIB menimbun sebuah rumah dan menewaskan 4 warga.

Sementara banjir yang melanda sejak 17–22 November merendam lebih dari 1.900 rumah dan memaksa puluhan warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Di kota Sibolga, situasinya bahkan lebih memilukan. Enam titik longsor menghancurkan belasan rumah dan menewaskan 5 orang.

Tiga warga luka-luka, sementara 4 lainnya masih hilang dan terus dicari dalam kondisi medan yang penuh risiko.

Di Mandailing Natal, banjir di Muara Batang Gadis membuat 400 warga mengungsi dan 470 rumah terendam.

Tanah longsor di Tapanuli Selatan menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan satu lainnya terluka.

Sementara di Nias, akses menuju Desa Hiligodu, Gunungsitoli, terputus total setelah jalan tertutup material longsor.

Polri Bergerak Tanpa Kenal Lelah

Sejak laporan pertama, Polri langsung menurunkan kekuatan penuh. Personel melakukan TPTKP, mengevakuasi warga, menyisir lokasi bencana, serta mengatur lalu lintas di jalur-jalur yang tertutup material.

Polda Sumut mengerahkan 4 SSK Satbrimob untuk menguatkan operasi SAR.

Di antara mereka, tim-tim dari Yon C dan Yon B Por telah berpencar ke wilayah Tarutung, Parsalakan, Batangtoru, hingga menuju Sibolga.

Banyak dari mereka harus menembus hujan deras, jalan licin, bahkan terjebak membantu evakuasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di tengah perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *