Daerah

Usai Dilantik, Pengurus SMSI Sergai Diminta Berani Mandiri dan Kembangkan Jiwa Usaha

×

Usai Dilantik, Pengurus SMSI Sergai Diminta Berani Mandiri dan Kembangkan Jiwa Usaha

Sebarkan artikel ini

SERGAI I METROSERGAI.com – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) periode 2026–2029 diminta tidak hanya fokus menjalankan roda organisasi.

Tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha.

Pesan tersebut disampaikan Ketua SMSI Kabupaten Serdang Bedagai dalam sambutannya usai pelantikan kepengurusan SMSI Sergai periode 2026–2029, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, tantangan organisasi ke depan tidak hanya berkaitan dengan penguatan kelembagaan.

Tetapi juga bagaimana setiap pengurus mampu meningkatkan kapasitas diri dan memiliki keberanian untuk mengembangkan potensi ekonomi.

Ia menegaskan, ketergantungan terhadap pihak lain harus mulai dikurangi.

Pengurus SMSI Sergai didorong untuk mengambil peluang usaha yang dapat dikembangkan secara bersama maupun secara mandiri.

“Jangan lagi banyak ketergantungan. Saya minta seluruh pengurus SMSI Sergai siap untuk membuka usaha secara mandiri,” ujarnya.

Ia mengatakan, penguatan ekonomi masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan akan lebih kuat apabila masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang memadai.

“Bagaimana kita membangun daerah ini kalau masyarakat ekonominya kurang memadai. Karena itu, ekonomi harus terus kita tingkatkan,” katanya.

Dalam konteks tersebut, SMSI dinilai memiliki peluang untuk menjadi wadah yang tidak hanya bergerak di bidang organisasi perusahaan media siber.

Tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan pengurus.

“SMSI ini merupakan organisasi yang bisa membimbing wirausaha.

Kita harus menunjukkan bahwa pengurus SMSI betul-betul bisa menjadi pengusaha ke depan,” tegasnya.

Jaga Kekompakan

Selain persoalan kemandirian ekonomi, jajaran pengurus SMSI Sergai juga diingatkan untuk menjaga soliditas organisasi.

Sikap saling menjatuhkan, iri hati serta persaingan yang tidak sehat dinilai hanya akan menghambat kemajuan organisasi.

“Jangan saling sikut-menyikut, jangan saling iri. Ini penyakit yang harus kita hilangkan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *