Daerah

Kinerja Pejabat Daerah Lambat, Ketegasan Bobby Jadi Solusi di Situasi Kritis

×

Kinerja Pejabat Daerah Lambat, Ketegasan Bobby Jadi Solusi di Situasi Kritis

Sebarkan artikel ini
Di tengah hujan deras Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Bupati tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu meninjau proses pengerjaan pembangunan tanggul Sungai Tukka di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapteng, Senin (13/4/2026). (DISKOMINFO SUMUT)

METROSERGAI.COM, Medan – Sikap tegas Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat meninjau penanganan banjir di Tapanuli Tengah menuai perhatian publik.

Pengamat komunikasi publik, Fakhrur Rozi, menilai ketegasan tersebut wajar dalam situasi krisis untuk mendorong percepatan kerja birokrasi di lapangan.

“Dalam kebencanaan, kepala daerah dituntut memiliki sense of urgency. Ketegasan menjadi sinyal kuat agar aparatur memaksimalkan penanganan,” ujarnya di Medan, Selasa (14/4/2026).

Ketegasan Bobby disebut dipicu oleh lambannya pendataan warga terdampak serta progres pembangunan tanggul di Kecamatan Tukka.

Teguran langsung kepada aparatur dinilai sebagai bentuk kontrol sekaligus dorongan percepatan kerja.

Menurut Rozi, secara psikologis, teguran di hadapan atasan langsung seperti bupati menjadi penegasan agar kinerja aparatur lebih maksimal.

“Tujuannya untuk mengingatkan dan memastikan kinerja berjalan optimal, bukan hal lain,” katanya.

Dari sisi dampak, langkah tegas dinilai mampu mempercepat respons birokrasi, memperkuat koordinasi, serta menunjukkan kepemimpinan yang responsif dalam kondisi darurat.

Namun di sisi lain, Rozi mengingatkan komunikasi yang terlalu emosional di ruang publik berpotensi menimbulkan dampak negatif, terutama di era digital.

“Jika terlalu emosional dan viral di media sosial, substansi pesan bisa hilang karena reaksi publik,” ujarnya.

Ia juga menilai lambannya penanganan bencana tidak selalu disebabkan faktor individu, melainkan dipengaruhi persoalan struktural seperti koordinasi lintas instansi, keterbatasan sumber daya, dan panjangnya rantai birokrasi.

Secara keseluruhan, ketegasan Bobby dinilai sebagai upaya mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan bencana di Sumatera Utara. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *