MEDAN I METROSERGAI.com – Upaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan Polri melalui pendekatan yang lebih humanis dan dialogis.
Salah satunya diwujudkan oleh Baharkam Polri lewat kegiatan “Ngopi Kamtibmas” yang melibatkan warga dan komunitas ojek online (ojol) di Kota Medan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari supervisi Baharkam Polri Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin langsung oleh Kakor Sabhara Baharkam Polri, Irjen Pol.
Mulia Hasudungan Ritonga. Acara berlangsung di sebuah warung kopi yang juga menjadi titik kumpul komunitas ojol di kawasan Petisah Tengah, Medan Petisah.
Dalam sambutannya, Irjen Pol. Mulia menegaskan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
Menurutnya, Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan aktif dari warga, termasuk para pengemudi ojol yang setiap hari berada di lapangan.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang intens antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Kegiatan seperti “Ngopi Kamtibmas” dinilai efektif untuk menyerap aspirasi, membangun kepercayaan, serta memperkuat hubungan emosional antara Polri dan warga.
Selain berdialog, Baharkam Polri turut memberikan edukasi hukum kepada peserta, khususnya terkait bahaya penyalahgunaan narkotika.
Masyarakat diingatkan agar lebih waspada, terutama dalam hal kepemilikan barang yang berpotensi menjerat masalah hukum.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan terbuka.
Warga serta pengemudi ojol menyampaikan berbagai pengalaman dan kendala di lapangan, mulai dari isu keamanan hingga harapan akan peningkatan kehadiran polisi di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kegiatan tersebut juga disalurkan bantuan berupa 40 paket sembako kepada komunitas ojol serta satu unit televisi untuk mendukung fasilitas shelter mereka.
Melalui kegiatan ini, Baharkam Polri kembali menegaskan komitmennya dalam menguatkan sistem keamanan lingkungan (sitkamling) sebagai garda terdepan menjaga stabilitas wilayah.
Program “Ngopi Kamtibmas” diharapkan terus berlanjut sebagai ruang komunikasi yang efektif antara aparat dan masyarakat.












