MEDAN I METROSERGAI.com – Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memperkuat upaya menjaga kestabilan ekonomi daerah.
Terutama dalam mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok yang berpotensi membebani masyarakat.
Langkah tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026.
Yang dirangkaikan dengan pembahasan penataan Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Senin (26/10/2026).
Rakor yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diikuti Pemko Medan secara virtual dari ruang Command Center.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Medan, Muhammad Reza Hanafi, bersama jajaran terkait.
Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, serta diikuti perwakilan kementerian dan lembaga terkait maupun kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat menekankan pentingnya pengawasan terhadap perkembangan harga di pasaran.
Khususnya komoditas pangan yang berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.
Pemantauan dilakukan melalui Indeks Perkembangan Harga (IPH) untuk mengetahui pergerakan harga sekaligus mengidentifikasi komoditas yang menjadi pemicu kenaikan.
Sejumlah faktor menjadi perhatian, mulai dari kondisi cuaca, kelancaran distribusi barang, hingga dinamika global yang dapat memengaruhi ketersediaan dan harga bahan pangan di daerah.
Tomsi Tohir mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya mengandalkan laporan, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk memantau kondisi pasar dan memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
Menurutnya, langkah cepat dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam mencegah lonjakan harga yang dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
“ Tingkat inflasi selalu kita jaga. Harga bahan pokok ini adalah hal yang utama, sebab menyangkut seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Tomsi Tohir dalam rakor tersebut.
Ia juga meminta daerah yang mengalami kenaikan harga tinggi agar segera mengambil langkah konkret dengan memperkuat koordinasi bersama Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, serta pelaku usaha setempat.












