Ia menilai usaha pengasinan dan perebusan ikan memiliki prospek yang menarik, terutama karena hasil produksinya dapat dipasarkan kepada konsumen yang membutuhkan olahan ikan.
Salah satu tantangan terbesar dalam usaha pengolahan ikan yang dijalani Rendi adalah waktu kerja yang harus menyesuaikan kondisi pasang surut air laut.
Ketika ikan tiba pada malam hari, para pekerja harus bersiap menimbang dan membelah ikan untuk segera diproses.
Pekerjaan itu terkadang berlangsung hingga pagi, sehingga waktu istirahat menjadi terbatas.
“Yang paling berat itu ketika tengah malam, saat orang lain tidur dan beristirahat, kami justru sibuk menimbang dan membelah ikan sampai pagi.
Pekerjaan itu juga dilakukan bersama masyarakat Desa Pekan Sialang Buah,” tuturnya.
Namun, pekerjaan malam hari tidak selalu berlangsung setiap waktu. Jadwal kerja bergantung pada kondisi air laut dan waktu kedatangan sampan yang membawa ikan.
Jika sampan tiba pada siang atau sore hari, proses pekerjaan pun dilakukan pada waktu tersebut.
Dengan demikian, kegiatan produksi harus menyesuaikan keadaan di lapangan.
Kondisi itu menuntut kedisiplinan, kesiapan tenaga, serta kemampuan mengatur waktu agar pengolahan ikan dapat berjalan dengan baik.
Perjalanan Gusti Rendi memberikan pelajaran bahwa membangun usaha tidak selalu harus menunggu memiliki modal besar.
Pengalaman kerja, pengetahuan tentang proses produksi, serta kemampuan membaca peluang dapat menjadi langkah awal untuk merintis usaha secara bertahap.
Usaha pengasinan dan perebusan ikan juga berpotensi dikembangkan di wilayah pesisir yang memiliki aktivitas perikanan.
Meski demikian, keberhasilannya tetap bergantung pada ketersediaan bahan baku, biaya produksi, kualitas pengolahan, akses pemasaran, serta kemampuan mengelola keuangan.
Bagi para pemuda yang ingin mengikuti jejaknya, pengalaman Rendi menunjukkan pentingnya belajar langsung dari lapangan sebelum memulai usaha sendiri.
Ketekunan yang dibangun sejak usia muda menjadi modal utama serta pengalaman yang cukup berharga bagi keberhasilan usahanya saat ini.(edwin)












