Begitu juga para pelaku UMKM yang sudah berjalan, semoga usahanya semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Belajar Ekonomi dari Keteladanan Nabi Muhammad SAW
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan dialog yang dipimpin langsung Management UMKM Syariah Sergai, Drs. H. M. Tamlih Nasution, S.E., yang akrab disapa Buya Tamlih.
Dalam dialog tersebut, Buya Tamlih memperkenalkan karyanya berjudul “Napak Tilas dan Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Perekonomian Umat.”
Di hadapan peserta, Buya Tamlih menjelaskan bahwa pembangunan ekonomi yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW tidak sebatas aktivitas perdagangan dan pasar.
Menurutnya, Rasulullah SAW membangun fondasi perekonomian umat dengan memperkuat kemandirian, persaudaraan, kepedulian terhadap masyarakat miskin serta membebaskan umat dari kebodohan.
“Perekonomian yang dibangun Nabi Muhammad SAW bukan hanya tentang pasar dan perdagangan.
Rasulullah juga berjuang melawan kemiskinan dan kebodohan.
Karena umat yang kuat secara ekonomi harus dibarengi dengan ilmu pengetahuan, akhlak dan keimanan yang kuat,” jelasnya.
Ia menyebut, Rasulullah SAW juga memberikan keteladanan bahwa kejujuran, kepercayaan dan tanggung jawab merupakan modal penting dalam menjalankan usaha.
Karena itu, keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh besarnya keuntungan.
Tetapi juga bagaimana proses memperoleh keuntungan tersebut serta manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Buya Tamlih kemudian mengajak generasi muda Sergai menjadikan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi dalam membangun ekonomi di era modern.
Generasi muda, katanya, harus berani memulai usaha meskipun dari skala kecil, terus meningkatkan pengetahuan dan mampu membaca peluang yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Generasi muda harus menjadi generasi yang memiliki ilmu, akhlak dan kemandirian.
Jangan takut memulai usaha dari kecil. Yang paling penting adalah memiliki kemauan, kejujuran dan semangat untuk terus belajar,” pesannya.
Ia menilai prinsip ekonomi syariah tetap relevan di tengah perkembangan zaman karena tidak hanya berorientasi pada keuntungan pribadi.












