Polhukam

Hari Keenam Ops Patuh Toba 2026, Polda Sumut Gencarkan Tilang dan Edukasi Pengendara

×

Hari Keenam Ops Patuh Toba 2026, Polda Sumut Gencarkan Tilang dan Edukasi Pengendara

Sebarkan artikel ini

Lebih dari itu, operasi ini menjadi sarana membangun kesadaran kolektif agar masyarakat memahami pentingnya keselamatan di jalan raya.

“Melalui Operasi Patuh Toba 2026, kami terus mengajak masyarakat untuk membangun budaya tertib berlalu lintas.

Kepatuhan terhadap aturan bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi yang paling utama adalah untuk melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Ingatkan Pengendara Lengkapi Perlengkapan dan Patuhi Rambu

Dalam sosialisasi tersebut, personel turut mengingatkan pengendara agar senantiasa mematuhi marka dan rambu lalu lintas.

Menggunakan sabuk keselamatan, tidak menerobos lampu merah, serta menghindari tindakan melawan arus.

Khusus pengendara sepeda motor, penggunaan helm berstandar SNI menjadi salah satu hal penting yang terus ditekankan.

Selain itu, masyarakat diminta memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan, memasang TNKB sesuai ketentuan pada bagian depan dan belakang kendaraan, serta menggunakan kaca spion sebagaimana mestinya.

Pengendara juga diingatkan untuk tidak menggunakan telepon genggam saat mengemudi karena dapat mengganggu konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Polda Sumut menilai kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus tumbuh dari kesadaran setiap individu.

Sebab, keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan dan infrastruktur jalan, tetapi juga pada perilaku pengguna jalan.

Kabid Humas Polda Sumut kembali menekankan bahwa keterlibatan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan kondusif.

“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat semakin sadar dan menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan serta budaya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Melalui rangkaian kegiatan Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumatera Utara berharap tingkat pelanggaran lalu lintas dapat ditekan.

Kesadaran pengendara semakin meningkat, serta risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Dengan memadukan penegakan hukum dan edukasi secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *