Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi program Kapolri bertajuk Polri Bersama Masyarakat.
“Sejak dilantik sebagai Kapolda Sumatera Utara pada 1 Oktober lalu, kami berkomitmen untuk terus membangun komunikasi dan memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah,” ujar Sonny.
Ia berharap Muhammadiyah dapat terus menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga kamtibmas.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik, terutama dalam menghadapi ancaman narkoba, kenakalan remaja, intoleransi, dan berbagai persoalan sosial lainnya.
Kapolda juga mengajak seluruh jajaran Muhammadiyah untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan sekitar.
Serta berani mengambil bagian dalam upaya pencegahan gangguan keamanan.
“Menjaga keamanan dan kondusivitas Sumatera Utara merupakan tanggung jawab bersama.
Karena itu, kami membutuhkan dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat agar situasi tetap aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sonny menyampaikan bahwa kolaborasi antara Polri dan organisasi kemasyarakatan tidak hanya penting untuk mencegah gangguan keamanan.
Tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Melalui komunikasi yang terbuka dan kerja sama berkelanjutan, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat diantisipasi lebih dini.
Sehingga tercipta lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan plakat sebagai simbol silaturahmi dan penguatan hubungan kelembagaan.
Kapolda Sumut bersama rombongan dan jajaran PW Muhammadiyah Sumut kemudian melaksanakan salat Asar berjamaah di musala Kantor PW Muhammadiyah Sumut.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari semakin eratnya kemitraan Polda Sumut dan Muhammadiyah dalam menjaga persatuan.
Mencegah peredaran serta penyalahgunaan narkoba, dan mewujudkan Sumatera Utara yang aman, harmonis, dan kondusif.(mps)












