Daerah

Kapolres Sergai Hadiri Gerakan Tobat Ekologis Nasional, 100.000 Pohon Pelindung Ditanam di Pantai Romantis

×

Kapolres Sergai Hadiri Gerakan Tobat Ekologis Nasional, 100.000 Pohon Pelindung Ditanam di Pantai Romantis

Sebarkan artikel ini

Menurutnya, penanaman pohon tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi komitmen berkelanjutan yang diwujudkan melalui perawatan tanaman dan kepedulian terhadap lingkungan.

Musa Rajekshah juga menegaskan kesiapan Pemuda Pancasila untuk mengambil peran aktif sebagai salah satu elemen masyarakat yang berada di garda terdepan.

Dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya menyampaikan selamat datang kepada Menteri Lingkungan Hidup RI di Tanah Bertuah Negeri Beradat.

Ia mengapresiasi langkah MPW Pemuda Pancasila Sumut yang memilih kawasan pesisir Sergai sebagai lokasi pelaksanaan gerakan penanaman pohon pelindung.

Menurutnya, keterlibatan organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam mendukung upaya pemerintah menjaga lingkungan, terutama kawasan pantai yang memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat.

Bupati juga mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan dan elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan serta menjaga kelestarian alam demi kepentingan generasi mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi aksi nyata kader Pemuda Pancasila Sumatera Utara.

Yang menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pantai dan lingkungan hidup.

Ia berharap pohon-pohon pelindung yang ditanam melalui gerakan tersebut dapat memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang, sekaligus mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Penanaman pohon dinilai menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat perlindungan lingkungan.

Namun, keberhasilan gerakan tersebut juga membutuhkan kesadaran bersama dalam menjaga, merawat, dan memastikan tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi simbolis pencanangan Gerakan Tobat Ekologis Nasional dan penanaman 100.000 pohon pelindung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *