Polhukam

Kejar-kejaran di Jalinsum Langkat, Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24 Kg Sabu ke Palembang

×

Kejar-kejaran di Jalinsum Langkat, Polrestabes Medan Gagalkan Pengiriman 24 Kg Sabu ke Palembang

Sebarkan artikel ini

Namun, kecurigaan polisi terjawab setelah dilakukan penggeledahan menyeluruh terhadap kendaraan tersebut.

Petugas menemukan sejumlah paket sabu yang disembunyikan di beberapa bagian mobil, mulai dari lantai belakang, jok yang telah dimodifikasi, hingga bagian dashboard.

Menurut Rafli, penyimpanan narkotika di sejumlah kompartemen tersembunyi diduga merupakan bagian dari upaya pelaku untuk mengelabui petugas selama perjalanan.

“Pelaku sudah mengonsep sedemikian rupa. Kami menyita 24 bungkus narkotika jenis sabu dengan berat mencapai 24.000 gram atau 24 kilogram, yang disimpan di berbagai tempat tersembunyi,” jelasnya.

Dijanjikan Upah Rp360 Juta untuk Mengantar Sabu

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mendapati bahwa AM diduga bukan kali pertama terlibat dalam pengiriman narkotika dari Aceh.

Sebelumnya, ia disebut pernah membawa narkoba dari Aceh menuju Batam dengan modus yang serupa.

Besarnya imbalan yang dijanjikan diduga menjadi salah satu alasan pelaku bersedia menjalankan tugas tersebut.

AM disebut dijanjikan bayaran sebesar Rp15 juta untuk setiap kilogram sabu yang berhasil dikirimkan hingga tujuan.

Dengan muatan mencapai 24 kilogram, total upah yang dijanjikan kepada pelaku diperkirakan mencapai Rp360 juta apabila seluruh barang haram tersebut berhasil sampai ke penerima.

“Pelaku sebelumnya pernah membawa narkoba ke Batam. Upah Rp360 juta yang dijanjikan kepadanya membuat pelaku tergiur,” kata Rafli.

Besarnya nilai imbalan tersebut memperlihatkan bagaimana jaringan peredaran narkotika diduga memanfaatkan jasa kurir dengan menawarkan keuntungan finansial yang tinggi untuk melancarkan distribusi barang terlarang antardaerah.

Polisi Buru Pemasok dan Pengendali Jaringan

Meski berhasil mengamankan kurir beserta barang bukti sabu seberat 24 kilogram, penyidik masih terus mengembangkan perkara untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.

Polisi kini memburu pemasok narkotika sekaligus orang yang diduga mengendalikan pengiriman barang haram itu.

Identitas pihak yang diduga menjadi pengendali disebut telah diketahui dan saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *