Peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur yang mampu membangun kedekatan emosional.
Dan membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara mental.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, orang tua juga diimbau untuk tidak membiarkan penggunaan gawai mengurangi kualitas komunikasi di dalam keluarga.
Sebaliknya, rumah diharapkan menjadi ruang yang hangat untuk berdialog, saling mendengarkan, dan mempererat hubungan antaranggota keluarga.
Lebih jauh, keluarga dinilai memiliki peran strategis dalam mencegah berbagai persoalan sosial.
Yang melibatkan generasi muda, seperti perundungan, tawuran, hingga tindak kekerasan remaja.
Penguatan fungsi keluarga diyakini menjadi langkah preventif paling efektif.
Dalam membangun karakter sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Mengakhiri amanatnya, Menteri mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Harganas ke-33.
Sebagai momentum memperkokoh komitmen membangun keluarga Indonesia yang sehat, harmonis, cerdas, berkarakter, dan tangguh.
Sebagai investasi jangka panjang dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Rangkaian upacara turut diisi dengan pembacaan sejarah singkat Hari Keluarga Nasional oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Drs. Akmal, AP., M.Si.
Yang mengulas perjalanan Harganas sebagai simbol penting penghargaan terhadap peran keluarga dalam pembangunan bangsa.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Sergai, Ketua TP PKK Sergai Ny. Hj. Rosmaida Darma Wijaya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sergai Suwanto Nasution, S.Pd., M.M.,Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Mafa Yanny Suwanto Nasution.
Para Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai.(mcs)












