Ia berharap pesan-pesan pencegahan narkoba dapat disampaikan secara berkelanjutan melalui kegiatan keagamaan, pembinaan jemaat, maupun interaksi sehari-hari di tengah masyarakat.
Dengan keterlibatan para pemuka agama, upaya membangun lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari narkoba diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Polisi 110
Selain menyoroti persoalan narkoba, Kapolda Sumut turut mengajak para pendeta dan jemaat untuk berperan aktif.
Mencegah tindak kejahatan jalanan serta segera melaporkan apabila menemukan gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Ia mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan kepolisian melalui nomor darurat 110 ketika membutuhkan bantuan atau menghadapi situasi yang memerlukan kehadiran petugas.
Sonny juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang terbuka antara masyarakat dan kepolisian.
Menurutnya, kepercayaan publik menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan tidak takut kepada Polri.
Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menciptakan situasi yang kondusif,” tegasnya.
Di samping itu, Kapolda mengajak tokoh gereja untuk ikut meningkatkan kesadaran berlalu lintas.
Pesan mengenai keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan dapat terus disampaikan kepada jemaat sehingga menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Ia menilai, edukasi yang dilakukan secara konsisten melalui berbagai saluran, termasuk kegiatan keagamaan.
Dapat membantu menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.
Siapkan Deklarasi Bersama Tolak Narkoba
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut juga menyampaikan rencana deklarasi bersama masyarakat Sumatera Utara untuk menyatakan penolakan terhadap narkoba.
Deklarasi itu direncanakan berlangsung dalam kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika di Belawan.












