“Saya memahami bahwa ada hitung-hitungan untuk bisa mengaliri listrik ke satu tempat. Tetapi perlu juga ada alternatif agar warga yang jauh dari perkotaan bisa menikmati listrik seluruhnya,” pesan Surya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana pembangunan jaringan transmisi tersebut.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Sumbagut Rizki Aftarianto mengatakan pihaknya akan membangun jaringan transmisi mulai dari Sigli dan Aceh Utara di Provinsi Aceh hingga Kabupaten Langkat dan Kota Medan. Proyek tersebut bertujuan meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah pantai timur Sumatera bagian utara.
“Jadi Pak, bagaimana kita di Sumatera Utara tidak terpengaruh jika ada gangguan transmisi di bagian selatan. Karena itu kami mohon dukungannya (Pemprov Sumut) agar segera mendapat rekomendasi atau izin untuk pembangunan 217 tower, yang harus kami selesaikan dengan waktu yang tidak terlalu lama, sesuai perintah Presiden,” ujar Rizki.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, PLN membutuhkan penetapan lokasi dari Pemprov Sumut. Sebanyak 217 tower akan dibangun dengan estimasi jarak antar-SUTET 275 kV sekitar 400 meter. Sekitar 26 persen jalur transmisi berada di kawasan permukiman dan perkotaan, sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaannya.
“Karena itu kami terima kasih kepada Pemprov Sumut yang memberikan dukungan kuat. Dan sebagai jawabannya, selain ganti rugi lahan untuk tower, untuk yang ada di jalur transmisinya kami berikan kompensasi (ke masyarakat),” katanya.
Terkait kebutuhan listrik di wilayah pedalaman, Rizki mengatakan PLN telah menyiapkan alternatif berupa panel surya untuk kawasan dengan jumlah rumah yang relatif sedikit. Langkah tersebut dilakukan karena pembangunan jaringan transmisi membutuhkan biaya besar, sementara jumlah pelanggan yang dilayani terbatas.**












