Daerah

Bau Kotoran Ayam Ganggu Warga Teluk Mengkudu, Ketegangan Nyaris Berujung Aksi Anarkis

×

Bau Kotoran Ayam Ganggu Warga Teluk Mengkudu, Ketegangan Nyaris Berujung Aksi Anarkis

Sebarkan artikel ini

SERGAI I METROSERGAI.com – Warga Kecamatan Teluk Mengkudu, khususnya di Desa Pekan Sialang Buah merasa resah.

Karena aktivitas mobil pengangkut kotoran ayam yang mengeluarkan aroma busuk melintas di sepanjang jalan kecamatan pada dini hari.

Bau menyengat yang ditimbulkan kotoran ayam tersebut sangat mengganggu pernapasan,dimana baunya bertahan lama di udara sepanjang jalan yang dilalui.

Peristiwa terbaru terjadi pada Senin (28/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Sebuah mobil pengangkut kotoran ayam melintas dengan kecepatan tinggi di depan Masjid Al-Israk.

Selain bau yang menyengat, kendaraan tersebut juga meninggalkan ceceran air bercampur kotoran di badan jalan.

Seorang warga berinisial UC (47), yang juga pengurus Masjid Al-Israk, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah sangat meresahkan masyarakat.

Ia menyebut bau yang ditinggalkan sulit hilang dan terus mengganggu aktivitas warga.

“Mobil itu melintas cepat, sampai air dan kotorannya jatuh ke jalan.

Baunya sangat menyengat dan tidak hilang-hilang,” ujarnya, Rabu (30/4/2026).

Keresahan warga sempat memuncak saat beberapa orang berteriak meminta sopir menghentikan kendaraan.

Namun, sopir tetap melaju tanpa menghiraukan, sehingga memicu emosi warga.

“Ada yang berteriak karena tidak tahan dengan bau, bahkan hampir melempar mobil. Tapi sopir tetap melaju kencang,” tambah UC.

Keluhan serupa juga disampaikan EW (55), warga setempat yang mengaku kondisi tersebut sudah di luar batas toleransi.

Ia mengingatkan bahwa jika tidak segera ditangani, masyarakat bisa mengambil tindakan sendiri.

“Kalau terus begini, bisa saja warga memberhentikan mobil itu secara paksa. Kami sudah sangat terganggu,” tegasnya.

Sementara itu, HI (55) menegaskan bahwa warga tidak melarang aktivitas pengangkutan kotoran ayam.

Namun, ia meminta agar dilakukan dengan cara yang lebih bertanggung jawab, tanpa menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar.

“Kami tidak melarang, tapi jangan sampai baunya menyengat dan kotorannya tercecer di jalan,harus lebih hati-hati,” ujarnya.

Di sisi lain, warga juga menyoroti adanya dugaan pengawalan terhadap mobil pengangkut tersebut, dengan kendaraan lain yang berjalan di depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *