DELISERDANG I METROSERGAI.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (6/9/2026).
Sedikitnya 58 penerbangan mengalami gangguan, terdiri dari penerbangan keberangkatan dan kedatangan yang dibatalkan.
Di tengah kondisi tersebut, satu penerbangan internasional juga dialihkan dan mendarat di Bandara Kualanamu.
Mengantisipasi situasi di tengah banyaknya penumpang yang terdampak perubahan jadwal, Polda Sumatera Utara bersama Polresta Deli Serdang mengerahkan 108 personel gabungan.
Untuk memperkuat pengamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat di kawasan bandara.
Data hingga pukul 22.00 WIB mencatat, terdapat 26 penerbangan keberangkatan dan 31 penerbangan kedatangan yang dibatalkan.
Sementara itu, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-82 rute Amsterdam-Jakarta terpaksa dialihkan dan mendarat di Bandara Kualanamu pada pukul 06.39 WIB.
Gangguan penerbangan terutama terjadi pada rute Kualanamu-Jakarta maupun sebaliknya.
Sedangkan penerbangan menuju sejumlah bandara lainnya masih terpantau berjalan normal.
Menyikapi kondisi tersebut, Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol Naek Pamen Simanjuntak, S.I.K., bersama Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si.
Turun langsung memantau situasi sekaligus mengecek kesiapan personel di Bandara Kualanamu.
Kapolresta Deli Serdang bersama jajaran pejabat utama juga melakukan pemantauan di terminal keberangkatan.
Selain itu, rapat koordinasi digelar bersama pengelola bandara, maskapai penerbangan, TNI, Avsec, dan stakeholder terkait guna memastikan penanganan penumpang berjalan optimal.
108 Personel Disiagakan
Sebanyak 108 personel gabungan ditempatkan di sejumlah titik strategis Bandara Kualanamu.
Kekuatan tersebut terdiri dari 30 personel Direktorat Samapta Polda Sumut, 10 personel Direktorat Pam Obvit Polda Sumut, 60 personel Polresta Deli Serdang, serta unsur TNI dan Aviation Security (Avsec).












