Daerah

Gubernur Bobby Paparkan Deretan Proyek Strategis Sumut pada IMT-GT ke-32, Dari Sei Mangkei hingga Toba Caldera Resort

×

Gubernur Bobby Paparkan Deretan Proyek Strategis Sumut pada IMT-GT ke-32, Dari Sei Mangkei hingga Toba Caldera Resort

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution, bersama Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto memimpin IMT-GT Ministerial Meeting (MM) dalam rangka pertemuan tingkat Menteri, Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Lantai 2 Ballroom JW marriot Hotel Medan, Kamis (10/9/2026). (Diskominfo Sumut)

Kedua, integrasi konsep hijau ke dalam kerangka kerja CMGF untuk menyelaraskan kebijakan Green City dengan Sustainable Urban Development Framework (SUDF).

Ketiga, mempertahankan IMT-GT Green City Award sebagai program tahunan untuk mengapresiasi kota-kota yang mendorong pembangunan hijau, inklusif, dan tangguh.

“Keempat, penguatan pelaksanaan SUDF melalui koordinasi nasional-daerah dan platform Konferensi Tingkat Menteri Green City. Kelima pemanfaatan kolaborasi Asian Development Bank (ADB) dan ASEAN untuk memobilisasi dukungan teknis dan finansial bagi proyek koridor dan inisiatif Green City,” kata Bobby.

Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan forum tersebut diharapkan dapat mempercepat proyek-proyek strategis di kawasan.

Ia mencontohkan tiga negara anggota memiliki proyek kawasan ekonomi khusus yang dapat didorong percepatannya melalui forum kerja sama tersebut.

“Ini didorong untuk percepatan daripada proyek-proyek strategis di kawasan. Salah satunya kita lihat dari berbagai negara mempersiapkan Special Economic Zone, baik itu Malaysia, Thailand, maupun Indonesia.

Oleh karena itu, saya berharap bahwa Special Economic Zone yang ada di Sumatera Utara juga bisa meningkat karena ini menjadi integrasi daripada kerja sama di kawasan ini,” kata Airlangga.

Menteri Ekonomi Malaysia Akmal Nasrullah menyebut melalui forum tersebut terlahir peluang tambahan yang dapat ditingkatkan lagi kerja samanya.

Pertama, terkait energi baru terbarukan, khususnya bagaimana rencana ASEAN Power Grid dapat diperkuat. Kedua, konektivitas antarnegara, di mana proyek-proyek fisik yang telah berjalan dinilai turut mempererat hubungan antara Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

“Malah saya sempat berjenaka dengan Bapak Menteri (Airlangga), kalau ke Medan dari Kuala Lumpur itu hanya 1 jam, tapi kalau ke Jakarta 2 jam, Itu menunjukkan betapa pentingnya close proximity of our geography ini digunakan dengan sebaik mungkin,” kata Akmal.

Sementara itu, Vice Minister for Office of the Prime Minister Thailand Thanadit Raktabutr mengapresiasi pelayanan dan sambutan hangat tuan rumah Sumut. Ia pun menyatakan Pemerintah Thailand akan hadir dalam pertemuan serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *