“Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri. Kami membutuhkan kepedulian dan peran aktif masyarakat untuk bersama-sama mencegah kejahatan, seperti begal, tawuran, geng motor, maupun gangguan kamtibmas lainnya,” tegas Sonny.
Perhatian khusus juga diberikan Kapolda terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Ia menyebut narkoba sebagai persoalan serius yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda sekaligus menjadi pemicu munculnya berbagai tindak kejahatan.
Karena itu, Sonny mengajak para orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kalangan pemuda agar tidak bersikap acuh terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba membutuhkan keberanian dan kepedulian bersama.
“Peredaran narkoba harus kita perangi bersama. Jangan biarkan generasi muda kita menjadi korban.
Orang tua, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen harus peduli serta berani mengambil peran dalam mencegah narkoba,” ujarnya.
Tidak hanya membahas persoalan keamanan dan narkotika, Kapolda Sumut turut mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya disiplin dalam berlalu lintas.
Ia menegaskan bahwa menaati aturan di jalan raya merupakan bentuk tanggung jawab setiap pengguna kendaraan demi menjaga keselamatan bersama.
Para pengendara sepeda motor diimbau selalu menggunakan helm berstandar SNI, termasuk bagi penumpang, menyalakan lampu utama pada siang hari, serta memastikan kelengkapan dokumen kendaraan berupa SIM dan STNK.
Masyarakat juga diminta mematuhi rambu-rambu dan marka jalan, menjaga etika berkendara, serta saling menghormati sesama pengguna jalan guna menekan risiko kecelakaan lalu lintas.
Melalui kegiatan Jumat Keliling tersebut, Kapolda Sumut ingin memastikan kehadiran Polri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pendekatan kepolisian, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga harus mengedepankan pencegahan, edukasi, dan pelayanan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.












