Lifestyle

Kapolda Sumut dan Sultan Deli XIV Satukan Langkah Rawat Keberagaman, FKN Jadi Mitra Perkuat Persatuan

×

Kapolda Sumut dan Sultan Deli XIV Satukan Langkah Rawat Keberagaman, FKN Jadi Mitra Perkuat Persatuan

Sebarkan artikel ini

Permudah urusan masyarakat, jangan dipersulit. Yakinlah, setiap kebaikan yang kita lakukan akan mendapatkan balasan dari Tuhan. Tuhan tidak pernah diam,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa pelayanan kepolisian harus mengedepankan sikap humanis, integritas, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.

Penegakan Hukum Harus Profesional dan Transparan

Dalam pertemuan itu, Kapolda Sumut juga menyinggung penanganan kasus penembakan yang baru-baru ini terjadi.

Ia menegaskan bahwa setiap anggota Polri yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut Sonny, penegakan hukum harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan tanpa membedakan siapa pun yang terlibat.

Ia juga menegaskan bahwa proses hukum tidak boleh dipengaruhi intervensi dari pihak mana pun.

Ia menyebutkan bahwa perkembangan penanganan kasus tersebut telah dilaporkan kepada Kapolri dan Presiden.

Langkah ini, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan penanganan perkara berjalan sesuai aturan dan prinsip akuntabilitas.

Empat Prioritas Kapolri Jadi Perhatian Bersama

Lebih lanjut, Sonny memaparkan empat program prioritas atau Quick Wins Kapolri yang memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Keempat prioritas tersebut meliputi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mencegah serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus memberantas kejahatan jalanan, serta mewujudkan budaya tertib berlalu lintas.

Kapolda menilai keberhasilan menjalankan tugas-tugas tersebut tidak dapat hanya bertumpu pada kepolisian.

Dukungan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

Karena itu, ia mendorong agar ruang komunikasi dan kerja sama lintas komunitas terus diperluas sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui dialog sebelum berkembang menjadi konflik.

Pertemuan di Istana Maimun tersebut turut dihadiri perwakilan berbagai organisasi dan komunitas di Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *