Menurutnya, kerukunan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Termasuk tokoh agama yang memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai toleransi, kedamaian, dan persaudaraan.
Selain menyoroti pentingnya menjaga keharmonisan sosial, Kapolda Sumut juga mengajak masyarakat memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba serta kejahatan jalanan.
Upaya pencegahan tersebut dinilai membutuhkan kepedulian bersama agar generasi muda terhindar dari pengaruh negatif dan lingkungan sosial tetap aman.
Kapolda turut mengingatkan pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjadikan setiap pekerjaan sebagai bentuk pengabdian dan ladang kebaikan.
“Jadikan profesi sebagai ladang ibadah. Jangan persulit urusan orang lain. Yakinlah, setiap kebaikan yang kita lakukan akan mendapatkan balasan dari Tuhan,” ujarnya.
Silaturahmi tersebut ditutup dengan penyerahan plakat dan foto bersama sebagai simbol persahabatan serta komitmen memperkuat kolaborasi antara Polda Sumut dan WALUBI Sumatera Utara.
Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antara kepolisian dan tokoh agama semakin solid dalam menangkal provokasi, mencegah gangguan kamtibmas.
Serta merawat toleransi demi terwujudnya Sumatera Utara yang aman, damai, rukun, dan harmonis.(mps)












