Secara khusus, Rico Waas menitipkan pengawalan informasi terkait proyek-proyek besar yang tengah berlangsung di Medan, salah satunya adalah pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang.
Proyek nasional yang kini berkembang dari 5 ruas menjadi 12 ruas ini akan membawa pembangunan besar-besaran di tengah kota, sehingga membutuhkan edukasi publik yang masif melalui tangan para jurnalis.
“Tugas Pak Edison Ginting sebagai corong berita pemerintah tidaklah ringan. Namun saya meyakini, dengan semangat kekeluargaan, kekompakan, dan komunikasi yang terbuka, PWPM akan menjadi mitra strategis yang solid dalam mengawal transformasi besar Kota Medan ke depan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Pemko Medan, Muhammad Edison Ginting dalam sambutannya, menekankan pentingnya menjaga kehormatan profesi dan meningkatkan kualitas jurnalisme di tengah derasnya arus informasi digital.
Diakui Ginting, tantangan periode ini jauh lebih berat dibandingkan periode-periode sebelumnya. Ia menyoroti dinamika ruang digital yang menuntut wartawan tidak hanya bekerja cepat, tetapi juga harus tetap memegang teguh prinsip faktual, berimbang, dan bertanggung jawab.
“Saya bertekad untuk mengangkat marwah wartawan Pemko Medan. Profesi ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah publik,” tegas Ginting di hadapan para hadirin.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Ginting bersama jajaran pengurus baru berkomitmen untuk mengadakan berbagai program peningkatan kapasitas anggota. Fokus utamanya meliputi pelatihan jurnalistik berbasis data, literasi cek fakta guna menangkal hoaks, serta penguatan etika jurnalistik.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Persatuan Wartawan Pemko Medan akan terus menjadi mitra strategis yang konstruktif bagi pemerintah. Organisasi ini berkomitmen untuk mengawal transparansi publik dan memastikan program-program pembangunan Kota Medan tersampaikan dengan akurat kepada masyarakat, sembari tetap kritis dalam mengawal aspirasi warga.
“Kita tidak boleh kalah oleh teknologi, tetapi kita juga tidak boleh hanya mengikuti tren. Kita harus memimpin dengan kualitas,” ujarnya.












