Warga juga mempersoalkan pengerjaan yang berpindah ke titik lain sebelum galian sebelumnya diselesaikan dan ditutup. Mereka mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas PU, tetapi penutupan yang dijanjikan belum terlaksana. Kekhawatiran semakin besar karena banyak anak-anak beraktivitas di sekitar lokasi.
“Pak, di sini banyak anak-anak. Di sini kalau banjir dan hujan rawan, Pak. Daripada nanti anak-anak kenapa-kenapa gara-gara kayak gini, tolonglah Pak. Katanya mau ditutup besok, tapi tidak juga,” ujar seorang ibu.
Mendengar keluhan tersebut, Rico Waas meminta galian yang terbuka segera ditutup setelah pekerjaan pada titik tersebut selesai. Jika pekerjaan masih berlangsung, lokasi harus dilengkapi rambu yang jelas agar warga dapat melintas dengan aman.
“Kalau misal pas lagi memang hujan ini terjadi genangan, tak terlihat, akhirnya bisa masyarakat celaka. Makanya harus ditutup dahulu dan diselesaikan,” tegas Rico Waas.
Ia juga meminta Dinas PU memasang rambu di bagian ujung pekerjaan dan menyosialisasikan kondisi proyek kepada masyarakat sekitar.
“Penting sekali wilayah ini juga mensosialisasikan kepada masyarakat sekitar bahwa memang perlu berhati-hati dan juga memberi rambu di bagian ujung,” kata Rico Waas.***












