MEDAN I METROSERGAI.com – Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, dikenal sebagai salah satu kawasan paling rentan banjir di Kota Medan.
Berada di pertemuan tiga sungai—Sungai Belawan, Sungai Seikambing, dan Sungai Baderah.
Wilayah ini menghadapi masalah serius: minimnya area resapan air, drainase dangkal, dan tumpukan sampah organik yang menyumbat saluran air.
Menjawab persoalan itu, pada Rabu, 23 September 2026, Tim Pengabdian kepada Masyarakat FISIP USU yang dipimpin Siti Hazzah Nur. R, S.Sos., M.AP.
Sekretaris Program Studi Ilmu Administrasi Publik, menggelar pendampingan pembuatan lubang resapan biopori di Lingkungan 4, 5, 7, dan 8—wilayah yang paling sering dilanda banjir.
Biopori adalah lubang silindris berdiameter 10 cm dan kedalaman 100 cm yang diisi sampah organik rumah tangga seperti sisa dapur, kulit buah, dan daun kering.
Teknologi sederhana ini meningkatkan daya resap tanah sekaligus mengurai sampah organik menjadi kompos.
“Biopori bukan sekadar lubang biasa. Satu lubang memiliki luas bidang resap efektif hingga 6.218 cm².
Air hujan bisa meresap jauh lebih cepat, bukan menggenang di permukaan,” jelas Siti Hazzah.
Sekretaris Lurah Cinta Damai, Surya Budi, MM., mengungkapkan banjir terparah terjadi pada 27 November 2025.
“Sebagian wilayah tergenang hingga setinggi paha. Bahkan ada yang sampai tenggelam,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan utama bukan hanya curah hujan, melainkan drainase yang tidak terhubung baik, pendangkalan sungai, dan perilaku warga yang masih membuang sampah ke saluran air.
“Kami sudah ajukan pembuatan drainase baru. Ini sudah menjadi harapan besar kelurahan,” tambahnya.
Ibu-ibu PKK dan warga menyambut positif kegiatan ini. Sampah organik mendominasi sampah rumah tangga—sisa sayuran, ikan, nasi basi, hingga sisa makanan.
Sebelum mengenal biopori, sebagian warga membuangnya ke tong sampah atau memberikan ke hewan ternak.
“Kendalanya tidak ada, tapi kadang malas, jadi langsung buang saja,” ungkap salah satu warga.
Ia berharap biopori dapat meminimalisir banjir. “Kalau hujan, kami tidak waswas lagi,” harapnya.












